Jumat, 14 Oktober 2016

Tuhan Yesus Dapat Menyembuhkanmu

Apakah Anda Sangat Ingin Disembuhkan?


Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Markus 9:23

Bacaan Alkitab : Yohanes 5:1-6
(1) Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. (2) Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya (3) dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. (4) Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. (5) Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. (6) Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Jika berbicara tentang kesembuhan, maka kebanyakan orang akan mempunyai pemikiran bahwa itu pasti hanya untuk orang yang sakit. Namun yang dimaksud oleh Tuhan bukan hanya untuk orang yang sakit secara jasmani saja, tetapi untuk semua yang mengalami penderitaan dalam bentuk apapun. Apakah mereka yang sedang mengalami kepahitan – terluka hatinya, mereka yang sedang mengalami stress, trauma, mengalami perpecahan hubungan keluarga, hubungan antara orang tua dan anak yang saat ini yang tidak dapat berkomunikasi karena kemarahan, tidak mempunyai harapan akan masa depan; semuanya itu dapat disembuhkan oleh Dia.

Dalam bacaan Firman Tuhan di atas, seorang yang lumpuh mengalami penderitaan selama 38 tahun lamanya. Orang lumpuh ini hanya menunggu nasibnya saja, karena ia merasakan ketidakmampuan untuk dapat bergerak. Satu hal yang dia yakini dalam hidupnya adalah bahwa dia merasa tidak mungkin bisa sembuh karena tidak ada yang mau mengangkat dirinya ke kolam.

Dalam Yohanes 5:7a, “Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang”.

Kesalahan yang dibuat orang lumpuh ini adalah ketika dia hanya mengharapkan bantuan orang lain agar berbelas kasihan atas penderitaannya, dan itu membuat dia merasakan ketidakmampuan dari dirinya.

Bukankah kita juga sering melakukan hal yang sama? Ketika kita menderita sakit, betapa kita sangat berharap pada dokter yang menangani, untuk memberi pengobatan yang terbaik. Padahal di atas segalanya ada yang menciptakan dokter yaitu Tuhan.Walaupun dokter juga tetap dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan, kita tetap harus berharap kepada Tuhan agar Dia dapat menyembuhkan penyakit kita.

Bukankah pada saat kita menghadapi luka hati, kita berusaha mencari orang untuk berbagi, untuk mencurahkan isi hati? Banyak orang berpikir bahwa setelah menceritakan kesusahannya, ia akan merasa lega. Mengapa tidak menceritakannya pada Tuhan yang tahu diri kita lebih dari pada kita sendiri ? Seberapa besar usaha Anda untuk mencari orangpun itu tidak akan bisa menyelesaikan penderitaan Anda. Yang Anda butuhkan adalah mencari wajah Tuhan.

2 Tawarikh 20:3a “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.”

Apakah dalam hal ini Yosafat belum mengenal Tuhan ? Yosafat sudah mengenal Tuhan dan ia membutuhkan pertolongan Tuhan. Ia tidak mungkin bisa meminta pertolongan orang lain, karena ia tahu hanya Tuhan yang dapat menolong hidupnya, keluarganya, kerajaannya, bahkan rakyatnya. Ya, hanya Tuhan saja yang sanggup memulihkan, memberi kekuatan, memberi kemenangan bahkan kesembuhan.

Tuhan menawarkan kepada Anda kesembuhan atas semua penderitaan, Dia menginginkan Anda dapat terbebas dari semua itu. Jangan pernah taruh pikiran dan mengatakan bahwa Anda tidak bisa dipulihkan. JJangan pernah katakan penyakit Anda tidak dapat di sembuhkan dan masalah keluarga Anda sudah hancur tidak mungkin Tuhan bisa menyembuhkan. Jangan pernah katakan luka hati ini sudah berkarat dan Tuhan tidak akan mau menyembuhkan.

Perhatikan 38 tahun orang lumpuh tersebut menderita, ketika ia berjumpa dengan Yesus, ia mengalami mujizat. Anda cukup mencari Tuhan dan wajahNya.

“TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Bilangan 6:25-26

Ketika kasih karunia Allah tercurah dalam hidup kita, maka kasih karunia itu memberi hidup dan membuat kita kuat. Oleh sebab itu carilah Tuhan dan percaya saja padaNya, maka tidak ada yang mustahil buat Tuhan untuk memberi kesembuhan dan melakukan semuanya hanya bagi Anda! ( Gbu )

CARILAH TUHAN, TEMUKAN DIA, TERIMALAH KESEMBUHAN ATAS SEMUA PENDERITAAN *YANG TERJADI DALAM HIDUP ANDA.
Dikutip dari <a href=”http://www.pelitahidup.com”>Pelita Hidup</a>

Senin, 03 Oktober 2016

Tuhan Yesus Mengasihimu


             Tuhan Yesus Mengasihimu

Setiap hari minggu, setelah ibadah gereja, pendeta dan anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun turun ke jalan di kota tersebut untuk membagikan traktat. Minggu siang adalah waktu penting buat pendeta dan anaknya untuk turun ke jalan untuk membagikan traktat, sementara cuaca di luar sangat dingin karena hujan. Sang anak memakai pakaian hangat sambil berkata, “okay, ayah, aku telah siap.”
   Sang ayah yang adalah pendeta bertanya “siap untuk apa?” “Ayah, saat ini adalah waktu untuk keluar dan membagikan traktat bersama-sama.” Jawab sang ayah, “anakku, cuaca di luar sangat dingin dan hujan.” Si anak memandangi ayahnya dengan penuh keheranan sambil bertanya “bukankah orang-orang itu sedang menuju neraka, meskipun di luar sedang turun hujan?” Ayah menjawab “anakku, aku tidak akan pergi dengan cuaca seperti ini. Maka, si anak langsung meminta kepada ayahnya “ayah, bolehkah aku pergi sekarang?” Ayah merasa bimbang sesaat dan akhirnya ayah mengucapkan kalimat “anakku, kau boleh pergi. Ini traktatnya. Hati-hatilah di jalan.” “Terima kasih, ayah!” Lalu si anak pergi
Anak laki-laki berusia 11 tahun turun ke jalan di kota tersebut, mengetuk pintu dari rumah ke rumah dan memberikan traktat kepada semua orang yang dijumpainya. Setelah 2 jam membagikan traktat, kaki si anak semakin beku hingga traktat terakhir. Dia berhenti di sebuah pojok jalan sambil mencari seseorang untuk yang akan diberi traktat terakhirnya. Namun jalan tersebut sangat sunyi. Lalu dia kembali ke rumah pertama yang diketuknya. Dia membunyikan bel, tetapi tak seorangpun membukakannya. Dia membunyikan bel lagi dan tak seorangpun yang membukakan pintu. Dia terus menunggu tanpa jawaban. Akhirnya anak itu berbalik untuk meninggalkan rumah itu, tetapi tiba-tiba ada yang menghentikannya. Kembali dia berbalik ke arah pintu, membunyikan bel dan mengetuk pintu dengan kepalan tangannya. Dia menunggu dan tiba-tiba pandangannya tertuju kepada sebuah beranda depan rumah itu. Dia membunyikan bel dan pintu perlahan terbuka. Di pintu tersebut berdirilah seorang wanita tua dengan kesedihan yang sangat dalam.
Wanita tersebut “apa yang bisa kulakukan untukmu?”  Dengan pandangan lugu dan senyuman, anak itu berkata “ibu, maafkan jika aku mengganggumu, tetapi aku hanya ingin mengatakan kepadamu bahwa TUHAN YESUS SANGAT MENGASIHIMU dan aku datang untuk memberikan traktat terakhirku yang berkata tentang Tuhan Yesus dan kasih-Nya yang besar. Setelah memberi traktat, anak itu meninggalkannya. Wanita itu berkata “terima kasih! Tuhan memberkatimu!”
Pada hari minggu berikutnya, wanita tua itu hadir di gereja di mana sang anak laki-laki memberi traktat. Wanita tua itu bersaksi bahwa sesungguhnya pada hari disaat anak laki-laki membunyikan bel pintu rumah, dia berniat untuk bunuh diri karena kesepian yang dialaminya. Kesepian itu diakibatkan karena suami yang sangat dikasihinya telah meninggal dunia dan tidak seorangpun yang datang ke rumah wanita setelah kepergian sang suami.
Secara pribadi wanita tua tersebut mengucap syukur kepada Tuhan dengan berkata “Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mengutus seorang malaikat kecil tepat pada waktunya menjelang aku melakukan gantung diri yang akan menyebabkan kematian kekal di neraka.

Sabtu, 24 September 2016

Jadwal Ibadah

Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jl. Denai, Sukaramai, Medan.
- Jadwal Kebaktian:
  Setiap Minggu jam 10.00 s/d 13.00 Wib
- PA
  Setiap Jumat jam 19.00 - 21.00 Wib
- Kebaktian Muda-mudi
  Setiap Sabtu jam 18.00 s/d 20.00 Wib
- Gembala Sidang : Ibu Ester Panggabean

Vocal group muda-mudi GPI Jln Denai